Selasa, 29 Januari 2013

jawaban BK


JAWABAN TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH : Bimbingan & Penyuluhan
1)      Pengertian bimbingan menurut para ahli :
1.      Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri (Chiskolm,1959).
2.      Bimbingan Merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai
pemahaman diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat. (Miller)
3.      Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat
memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapatkemajuan dalam jabatan yang dipilihnya” (Frank Parson ,1951).
4.      Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu (Bernard & Fullmer ,1969).
5.       Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuanuntuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk  menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. (Djumhur dan Moh. Surya)
6.      Menurut saya (Mohammad Rif’at) bimbingan adalah
2)      Tujuan Bimbingan Konseling menurut UU No.2 Tahun 1989 :
a.Tujuan Umum
Tujuan umum dari layanan Bimbingan dan Konseling menurut  (UU No. 2/1989), yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Depdikbud, 1994 : 5).


b. Tujuan Khusus
Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karier. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggung-jawab. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.
3)      Layanan Bimbingan dan Konseling dapat berfungsi sebagai :
a.      Fungsi Pencegahan (preventif)
Layanan Bimbingan dan Konseling dapat berfungsi pencegahan artinya : merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi pencegahan ini layanan yang diberikan berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya. Kegiatan yang berfungsi pencegahan dapat berupa program orientasi, program bimbingan karier, inventarisasi data, dan sebagainya.
b.      Fungsi pemahaman
Fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa pemahaman ini mencakup :
1) Pemahaman tentang diri siswa, terutama oleh siswa sendiri, orangtua, guru, dan guru pembimbing.
2) Pemahaman tentang lingkungan siswa (termasuk di dalam lingkungan keluarga dan sekolah) terutama oleh siswa sendiri, orangtua, guru, dan guru pembimbing.
3) Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (terutama di dalamnya informasi pendidikan, jabatan/pekerjaan dan/atau karier dan informasi budaya/nilai-nilai terutama oleh siswa.
c.       Fungsi Perbaikan
Walaupun fungsi pencegahan dan pemahaman telah dilakukan, namun mungkin saja siswa masih menghadapi masalah-masalah tertentu. Disinilah fungsi perbaikan itu berperan, yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling yang akan menghasilkan terpecahnya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami siswa.
d.       Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi ini berarti bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan dapat membantu para siswa dalam memelihara dan mengembangkan keseluruhan pribadinya secara mantap, terarah, dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang positif agar tetap baik dan mantap. Dengan demikian, siswa dapat memelihara dan mengembangkan berbagai potensi dan kondisi yang positif dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
4)      Peran Konselor di sekolah :
a.      Bertanggung jawab tentang keseluruhan pelaksanaan layanan konseling di sekolah.
b.      Mengumpulkan, menyusun, mengelola, serta menafsirkan data, yang kemudian dapat dipergunalkan oleh semua staf bimbingan di sekolah.
c.       Memilih dan mempergunakan berbagai instrument psikologis untuk memperoleh berbagai informasi mengenai bakat khusus, minat, kepribadian, dan inteleginsinya untuk masing-masing siswa.
d.      Melaksanakan bimbingan kelompok maupun bimbingan individual (wawancara konseling).
e.      Mengumpulkan, menyusun dan mempergunakan informasi tentang berbagai permasalahan pendidikan, pekerjaan, jabatan atau karir, yang dibutuhkan oleh guru bidang studi dalam proses belajar mengajar.
f.         Melayani orang tua Wali murid ingin mengadakan konsultasi tentang anak-anaknya ( Dewa Ketut Sukardi, 1985 : 20).
g.      F
h.      F
i.        F
5)      Jenis bimbingan :
a.      Bimbingan akademik adalah bimbingan yang dilakukan dosen terhadap mahasiswa untuk membantu kelancaran kegiatan-kegiatan akademik
b.      Bimbingan social pribadi adalah seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.
c.       Bimbingan Karir adalah proses pemberian bantuan kepada siswa dalam memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan mengenal kesempatan kerja, mampu mengambil keputusan sehingga yang bersankutan dapat mengelola pengembangan kariernya.
d.      bimbingan keluarga adalah bantuan yang diberikan kepada keluarga untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab anggota keluarga serta memberikan pengetahuan dan keterampilan demi terlaksananya usaha kesejahteraan keluarga.
6)      Komponen dalam Konseling raumatic :
a.      Pandangan yang realistik
Konselor hendaknya memiliki pandangan yang realistik terhadap peran mereka dalam membantu orang yang mengalami trauma. Keterampilan ini berguna bagi konselor untuk memahami taruma. Kelebihan konselor dibandingakan dengan keluarga dan teman orang yang mengalami trauma adalah konselor dapat membantu orang yang sedang mengalami trauma. Namun dipihak lain konselor harus mengakui beberapa keterbatasan yang dimilikinya dalam membantu orang-orang yang mengalami trauma.Keterbatasan yang di maksud itu antara lain sebagai berikut.
©  Konselor kurang memiliki data yang lengkap tentang kelemahan kepribadian klien sebelum menderita trauma.
©  Konselor tidak dapat mengontrol pemicu truma, karena pemicu trauma itu adalah peristiwa objektif yang telah dialami klien.
©  Konselor tidak dapat mengontorol reaksi keluarga dan teman klien pada saat klien mengalami trauma.
b.      Orientasi yang holistik
Konselor konseling traumatik dalam bekerjanya harus holistik. Kondisi trauma pada diri klien bukan harus dihadapi secara berlebihan atau sebaliknya. Dalam konseling traumatik konselor harus menerima berbagai bantuan dari berbagai pihak demi kesembuhan klien. Kadang-kadang klien lebih dapat untuk dirujuk kepada psikiatrik untuk disembuhkan dengan pendekatan medik. Mungkin juga klien lebih tepat dirujuk kepada ulama atau pendeta untuk memenuhi kebutuhan aspek spiritualnya.
c.       Fleksibilitas
Konseling traumatik memerlukan fleksibilitas. Karena keterbatasan-keterbatasan yang ada, konseling traumatik mungkin lebih fleksibel dalam pelaksanaanya. Karena keterbatasan tempat, mungkin konseling melalui telepon akan lebih tepat. Karena keterbatsan waktu , ada kemungkinan terjadi perubahan waktu dalam konseling. Kemungkinan konseling di rumah klien terjadi daripada di kantor konselor. Perpanjangan waktu dalam setiap sesi konseling mungkin saja terjadi.melibatkan keluarga dalam sesi konseling mungkin saja terjadi dan konselor memberikan sugesti pada klien juga bisa terjadi
d.      Kesimbangan antara empati dan ketegasan
Konseling traumatik membutuhkan kesimbangan yang kuat antara empati dan ketegasan. Konselor harus mampu melihat kapan dia harus empati dan kapan dia harus tegas dalam mengarahkan klien untuk kesembuhan klien. Kalau konselor terlalu hanyut dalam perasaan klien, maka konselor akan mengalami kesulitan dalam membantu klien. Begitu juga apabila konselor tidak tepat waktunya dalam memberihkan arahan yang tegas pada klien maka konseling akan tidak efekif.
Empati ialah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien, merasa dan berpikir bersama klien. Empati ada dua macam yaitu empati primer dan empati tingkat tinggi. Empati primer yaitu suatu bentuk yang hanya memahami perasaan,pikiran, keinginan dan pengalaman klien. Tujuan agar klien terlibat pembicraan dan terbuka pada konselor. Adapun empati tingkat tinggi adalah keikutsertaan konselor dalam merasakan dan memikirkan apa yang dirasakan dan dipikirkan klienya.
7)     



Tidak ada komentar:

Posting Komentar